Search

Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 26

Kenapa Tangan Keriput Kalau Lama di Air?



Orang yang berendam terlalu lama dalam bathtub sering timbul keriput pada telapak tangan dan kaki. Mengapa hal ini bisa terjadi?



Keriput yang terjadi disebabkan oleh lapisan kulit luar (epidermis) menyerap air sewaktu kita berendam terlalu lama. Kulit di telapak tangan dan kaki lebih tebal dibanding bagian tubuh lainnya, maka perubahan pada bagian ini lebih menonjol.
 
Ketika epidermis memuai, lapisan di bawahnya (dermis), tidak ikut mengembang. Akibatnya, terjadilah kerut-kerut yang tidak sedap dipandang.
 
Untungnya, tubuh kita tercipta dengan sangat sempurna. Tak semua bagian pada tubuh memiliki lapisan kulit yang tebal seperti telapak tangan dan kaki.
 
Bayangkan, kalau lapisan kulit kita sama tebalnya, maka setiap berendam terlalu lama bisa-bisa seluruh tubuh ikut keriput. Apa jadinya, ya?
>>READ MORE...

Alasan Mengapa Anda Menguap


Menguap selalu identik dengan mengantuk, meskipun kajian akademis punya jawaban yang lebih ilmiah soal ini.
Tim peneliti Universitas Binghamton menyimpulkan bahwa menguap ada hubungannya dengan suhu di otak kita. Artinya, menguap berfungsi untuk “mendinginkan” otak kita.
Analoginya sebagai berikut: Otak kita bekerja seperti halnya komputer. Nah, komputer bisa beroperasi dengan efisien bila tetap dingin. Karena itulah dibutuhkan komponen seperti kipas, heatsink, agar komputer tidak cepat panas dan berhenti bekerja.
Demikian juga kerja otak, pemanasan yang terjadi lewat aktifitas berpikir dan bergerak membuat suhu di otak meningkat tajam. Menguap pun merupakan solusi untuk mengembalikan suhu yang stabil bagi aktifitas otak itu sendiri.
Menguap juga tampaknya menjadi bagian dari sebuah momen transisi dalam otak. Seperti misalnya pada periode sebelum tidur dan setelah bangun tidur. Kondisi seperti multiple sclerosis (melibatkan disfungsi thermoregulatory), migrain dan kejang epilepsi ditengarai juga menjadi penyebab serangan menguap yang berlebihan.
Lantas, mengapa menguap begitu mudah menular?

Para peneliti tersebut meyakini, kita sering ikut menguap bila melihat orang lain lebih dulu menguap sebagai mekanisme otomatis dan terkait dengan sugesti. Studi menunjukkan bahwa menguap juga menular mungkin terkait dengan kecenderungan ke arah empati; mencoba memahami sebuah berhubungan dengan orang lain.
Diperkirakan, 55% orang akan menguap dalam waktu lima menit setelah melihat orang lain menguap.
Uniknya, sebuah studi tahun 2007 menemukan bahwa anak-anak dengan gangguan spektrum autisme tidak meningkatkan frekuensi menguap setelah melihat video orang lain menguap. Hal ini mendukung klaim bahwa penularan dalam menguap berhubungan dengan kapasitas empatik.
>>READ MORE...

Jumat, Maret 2

Sejuta Manfaat Tertawa



Tertawa merupakan pengalaman umum manusia. Lebih dari itu, ekspresi kegembiraan ini memiliki manfaat secara medis yang bersifat menyembuhkan. Bahkan bermanfaat bagi kecantikan. Ketika tertawa lepas, seluruh elemen tubuh aktif mulai dari telinga, otak, hingga otot dan sendi tubuh. Dalam kondisi itu, tubuh mengeluarkan hormon dopamin, pemicu rasa bahagia, yang segera menjalar ke seluruh jaringan.


Seperti dikutip dari laman Shine, berikut sejumlah manfaat tertawa bagi tubuh. 
  •  Selama tertawa, 15 otot di wajah akan berkontraksi sehingga meningkatkan aliran darah ke area tersebut. Hasilnya, wajah terlihat lebih kencang, merona, dan memancarkan cahaya.
  •  Tertawa juga memperlancar aliran darah ke sekitar mata dan mengaktifkan saluran air mata. Itulah mengapa manusia bisa menangis saat tertawa terbahak-bahak. Hasil studi mengungkap, keluarnya air mata, baik dalam keadaan sedih maupun sukacita mengurangi tingkat stres.
  •  Air liur orang yang sering tertawa ternyata memiliki imunitas lebih tinggi dibandingkan orang yang jarang tertawa. Studi Loma Linda Lee Berk menunjukkan, liur orang yang tertawa memiliki agen pembunuh T-sel yang lebih banyak dan meningkatkan kekebalan tubuh.




  •  Tertawa terbahak-bahak juga menguatkan diafragma atau otot di bawah paru-paru. Otot ini memompa dan mengisi paru-paru dengan udara. Tertawa terbahak-bahak mempercepat aliran oksigen ke paru-paru.
  •  Tertawa akan mempertahankan kadar gula dalam darah sehingga baik bagi penderita diabetes. Dalam penelitian terbaru kardiolog Michael Miller dari University of Maryland, tertawa saat menonton film komedi mempengaruhi kontraksi endotelium yang mengurangi produksi hormon stres.
  •  Efek analgesik tertawa meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit. Riset Lily Tomlin menemukan, orang yang benar-benar tertawa selama 20 menit bisa menolerir rasa sakit akibat manset ketat.
  •  Tertawa adalah olahraga karena membuat otot tegang dan melentur bergantian. Detak jantung cepat dan tekanan darah meningkat saat tertawa dan kembali menurun setelahnya. Tertawa menggantikan olahraga jalan sejauh dua mil bagi lansia dan orang sakit.
  •  Perut rata. William Fry juga menemukan tertawa membuat perut lebih langsing seperti saat mengayuh dayung selama 10 menit. Setelah diukur, tertawa mampu meningkatkan denyut jantung dan membuat otot perut berkontraksi, sama ketika atlet sedang mendayung.
  •  Tertawa bikin ramping. Pada saat tertawa, denyut jantung naik 10-20 persen dan membakar 1,3 kalori per menit. Tertawa selama 15 menit setiap hari selama satu tahun akan mengurangi kalori hingga dua kiligram.




Ternyata Tertawa bisa menjadi Obat Stres

Sudahkah tertawa hari ini? Jangan sampai Anda lupa waktu untuk tertawa. Pasalnya, aktivitas ini sangat baik sebagai obat stres. Para ahli mengatakan, bahwa anak-anak bisa tertawa dari 300 hingga 400 kali dalam sehari. Tapi, saat beranjak dewasa dapat menjadi 15 kali sehari. Dalam hal ini medis membuktikan, bahwa tertawa bermanfaat bagi kesehatan.  "Tertawa melatih otot jantung dan paru-paru, denyut jantung naik, dan otak menjadi lebih rileks,” tutur ahli kardiologi sekaligus konsultan kesehatan senior dari India, Dr SK Gupta, seperti dilansir Times of India, Kamis (1/3/2012).




Apakah kita perlu tertawa lebih banyak hari ini? "Dewasa ini penyakit yang berkaitan dengan kejiwaan meningkat. Lebih dari 70 persen penyakit terkait dengan stres. Untuk menghindari stres, orang beralih ke alkohol, merokok, dan obat-obatan. Sayang, andai mereka tahu kalau obat stres adalah tertawa," jelasnya. Menurut penelitian, mulut yang ternganga saat tertawa adalah hal yang paling menarik.
"Tertawa paling baik saat membiarkan mulut terbuka dan ternganga. Tidak tertawa dengan mulut tertutup seperti terkikik. Di mana bisa mendengar suara bahagia untuk merasa lebih bahagia," imbuhnya.
Sebuah studi menunjukkan bahwa semasa kecil, kita belajar mengasosiasikan tertawa dengan terbahak-bahak, terbuka lebar, dan itu salah satu pengalaman hidup paling positif.



>>READ MORE...

Ini Dia Awal Mula Gigi Berlubang



Saat gigi sudah berlubang, rasanya pasti menyiksa. Karenanya sejak dini, waspadailah pembentukan lubang-lubang kecil pada gigi yang tak kasat mata. 

Lubang-lubang kecil tak kasat mata inilah yang perlu diperhatikan. Pasalnya, dari lubang-lubang kecil pada gigi yang tak terlihat mata itulah, sebuah lubang gigi akan terbentuk.
"Lubang kecil tak kasat mata itu adalah lubang yang secara mikroskopis email giginya sudah phorus. Phorus itu bintik-bintik tapi tak terlihat oleh mata. Itu kalau terus-menerus kalsiumnya diserap oleh asam, dari sisa-sisa makanan dan kuman. Lubang bintik-bintik itu bisa menyatu dan lubang menjadi besar sehingga terlihat oleh mata," jelas Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gii Indonesia (PB PDGI), Drg Zaura Rini Anggraeni saat ditemui dalam acara “40 Tahun Kemitraan Pepsodent dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia” di Restoran Penang Bistro Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (1/3/2012).




Pembentukan lubang-lubang ini terjadi akibat bertemunya kuman dengan gula, saat kita menjalani pola makan yang kurang sehat. Misalnya, pola makan yang sangat menggemari makanan-makanan manis.
 
Makanan-makanan manis yang banyak ditemukan dan dijual di pasaran seperti aneka cake, cokelat, permen, roti-roti manis yang lembut, mengandung gula yang bersifat dapat mudah melekat pada lapisan gigi. Gula-gula yang melekat tersebut, jika didukung oleh kurangnya perhatian terhadap kebersihan gigi dan mulut. Akan senantiasa membentuk lubang-lubang pada gigi yang awalnya kecil tak terlihat dan jika dibiarkan akan bertambah banyak dan membentuk lubang besar.
 
"Lubang tak kasat mata disebabkan oleh kalsium yang larut dalam asam. Asam itu adalah hasil produksi fermentasi kuman pada gula yang menempel pada gigi dan gusi. Gula di sini dalam arti yang seluas-luasnya. Jadi tidak hanya gula pasir, tetapi juga dari susu ada laktosa itu gula juga, buah juga ada gulanya disebut fruktosa, ASI pun mengandung gula kompleks, itu kalau lama-lama di mulut bisa terjadi karbohidrat yang bisa terfermentasi oleh kuman," ulasnya.
 
Drg Zaura menambahkan, lubang-lubang kecil tak kasat mata tersebut akan menjadi sebuah lubang yang pada akhirnya nanti akan terlihat mata selama enam hingga 24 bulan. "Itu dari bintik kecil sampai menjadi lubang besar yang kasat mata terjadi bisa jadi enam hingga 24 bulan," tambahnya.
 
Karena pola makan dan gaya hidup secara global telah mengalami perubahan, kita semua yang hidup di masa modern ini berkemungkinan besar mengalami pula pembentukan lubang kecil tak kasat mata pada gigi. Agar tak memburuk, bagaimana solusinya?. "Lubang tak kasat mata bisa diperbaiki dengan mengaplikasikan fluor. Yaitu dengan cara menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor (fluorida). Selain didapat dari pasta gigi, fluor bisa didapatkan pula dari makanan yang mengandung fluor seperti ikan-ikanan, susu, telur. Hal-hal tersebut dapat membuat gigi menjadi teremineralisasi (lubang tertutup kembali)," tandasnya.
 
Drg Zaura pun menyarankan masyarakat untuk lebih memerhatikan kesehatan mulut dan gigi, khususnya agar gigi tak berlubang. "Biaya pengobatan gigi berlubang kan lumayan. Padahal bisa dicegah dengan cara yang mudah dan murah. Misalnya, kumur-kumur dengan air setelah konsumsi makanan manis. Rutin membersihkan gigi, terlebih sebelum tidur. Tepat membersihkannya menyeluruh agar tak ada sisa kuman menempel," tutupnya.
>>READ MORE...